Kolesterol tinggi bukan berarti harus berhenti makan ayam. Dengan memilih bagian rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit, cara masak yang tepat, dan produk ayam berkualitas, Anda tetap bisa menikmati protein sehat tanpa khawatir kolesterol naik.
Saat hasil cek kesehatan menunjukkan kolesterol tinggi, banyak orang langsung panik dan mulai memangkas daftar makanan favoritnya. Ayam sering jadi salah satu yang “dicoret”, karena dianggap daging identik dengan lemak dan kolesterol. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Faktanya, orang dengan kolesterol tinggi masih boleh makan ayam, asalkan tahu cara memilih bagian yang tepat dan mengolahnya dengan benar. Ayam bahkan bisa menjadi sumber protein yang lebih aman dibanding beberapa jenis daging lainnya. Kuncinya bukan soal “boleh atau tidak”, melainkan bagian ayam apa yang dimakan dan bagaimana cara memasaknya.
Ayam dan Kolesterol
Kolesterol memang sering dikaitkan dengan makanan berlemak. Namun yang perlu dipahami, masalah utama bukan hanya kolesterol dari makanan, melainkan lemak jenuh yang memicu peningkatan kolesterol LDL dalam darah.
Ayam termasuk daging putih yang secara alami:
- Lebih rendah lemak dibanding daging merah
- Tinggi protein
- Mudah diolah menjadi menu sehat sehari-hari
Namun, tidak semua bagian ayam memiliki kandungan lemak yang sama. Di sinilah banyak orang keliru dan akhirnya menghindari ayam sepenuhnya, padahal sebenarnya tidak perlu.
American Heart Association (AHA), sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada kesehatan jantung di Amerika Serikat, secara tegas menyebutkan bahwa daging unggas (ayam dan kalkun) adalah sumber protein hewani yang lebih baik dibandingkan daging merah seperti sapi atau kambing. Dalam panduan dietnya, AHA menekankan bahwa musuh utama bukanlah ayam itu sendiri, melainkan lemak jenuh (saturated fat) yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, AHA merekomendasikan penderita kolesterol untuk memilih daging unggas tanpa lemak dan tanpa kulit sebagai strategi utama menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
Bagian Ayam yang Paling Dianjurkan untuk Kolesterol Tinggi
Jika harus memilih satu bagian ayam yang paling ramah untuk kolesterol tinggi, jawabannya adalah dada ayam tanpa kulit.
Dibandingkan bagian lain, dada ayam memiliki:
- Lemak dan lemak jenuh yang jauh lebih rendah
- Kandungan protein tinggi yang membantu rasa kenyang lebih lama
- Kolesterol yang lebih terkontrol jika dikonsumsi dalam porsi wajar
Sebagian besar lemak ayam justru tersimpan di kulit dan area paha. Itulah sebabnya, menghilangkan kulit menjadi langkah kecil yang dampaknya besar bagi kesehatan.
Dalam kehidupan sehari-hari, dada ayam dalam bentuk fillet sering kali menjadi pilihan yang lebih aman. Tanpa tulang dan tanpa kulit, fillet membantu kita lebih mudah mengontrol porsi dan menghindari bagian ayam yang tinggi lemak tanpa sadar.
Bagian Ayam yang Sebaiknya Tidak Jadi Konsumsi Rutin
Mayo Clinic, institusi kesehatan global mengingatkan bahwa kulit ayam adalah “gudang” lemak jenuh. Mengonsumsi ayam dengan kulitnya dapat menggagalkan upaya diet jantung sehat Anda. Mayo Clinic menyarankan, jika Anda memasak ayam utuh, sebaiknya kulit dibuang sebelum proses memasak atau setidaknya disisihkan di piring sebelum dimakan untuk meminimalisir asupan kolesterol jahat (LDL).
Bagi penderita kolesterol tinggi, beberapa bagian ayam sebaiknya dibatasi:
- Kulit ayam, karena kandungan lemak jenuhnya paling tinggi
- Paha ayam, terutama paha atas
- Sayap ayam, yang sering diolah dengan cara digoreng
Bukan berarti harus benar-benar dihindari, tetapi sebaiknya tidak dijadikan menu harian, apalagi jika diolah dengan minyak berlebih.
Cara Memasak Ayam Sama Pentingnya dengan Bagian yang Dipilih
Ayam yang sudah rendah lemak bisa berubah menjadi “musuh kolesterol” jika salah diolah. Cara memasak punya peran besar dalam menentukan apakah ayam tetap sehat atau justru sebaliknya.
Sebuah studi komprehensif dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyoroti bahwa manfaat kesehatan dari daging ayam bisa hilang seketika jika diolah dengan cara digoreng. Riset tersebut menemukan bahwa konsumsi ayam goreng (fried chicken) secara reguler berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit jantung, berbeda dengan ayam yang diolah dengan cara dipanggang atau direbus. Proses penggorengan, terutama deep-frying, menambahkan lemak trans dan kalori berlebih yang berbahaya bagi pembuluh darah.
Metode yang lebih aman untuk kolesterol tinggi:
- Direbus
- Dikukus
- Dipanggang tanpa minyak berlebih
- Ditumis ringan dengan sedikit minyak sehat
Sebaliknya, ayam goreng, ayam krispi, atau ayam bersantan kental sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan asupan lemak jenuh secara signifikan.
Porsi Juga Tidak Boleh Diabaikan
Meski sudah memilih dada ayam tanpa kulit, porsi tetap harus dijaga. Untuk penderita kolesterol tinggi:
- Konsumsi ayam sekitar 2–3 kali per minggu
- Porsi ideal sekitar 100–120 gram per sajian
- Selalu imbangi dengan sayuran berserat tinggi
Serat membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga tidak mudah diserap oleh tubuh.
Mengapa Kualitas Ayam yang Dikonsumsi Itu Penting?
Selain bagian dan cara memasak, kualitas ayam juga sering luput dari perhatian. Ayam yang dipelihara tanpa standar yang baik, mengandung residu antibiotik atau bahan berbahaya, tentu tidak ideal untuk dikonsumsi rutin terutama bagi mereka yang sedang menjaga kesehatan.
Karena itu, memilih ayam yang:
- Dipelihara secara modern
- Aman dan bebas bahan berbahaya
- Memiliki sertifikasi resmi
menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Dada Ayam Fillet Olagud, Pilihan Aman untuk Pola Makan Rendah Lemak
Untuk Anda yang memiliki kolesterol tinggi dan ingin tetap mengonsumsi ayam dengan tenang, Dada Ayam Fillet Olagud bisa menjadi solusi yang relevan.
Produk ini berasal dari ayam yang dipelihara dengan teknik peternakan modern dan asupan pakan tambahan probiotik, sehingga menghasilkan daging ayam yang lebih sehat dan aman dikonsumsi. Dada ayam fillet Olagud hadir tanpa tulang dan tanpa kulit, membuatnya secara alami lebih rendah lemak dan praktis diolah.
Keunggulan Dada Ayam Fillet Olagud:
- Bebas antibiotik
- Bebas formalin
- Bebas hormon pertumbuhan
- Ukuran 500 gram, sesuai kebutuhan rumah tangga
- Bersertifikat Halal dan NKV, menjamin keamanan pangan
Dengan pilihan ini, Anda tidak perlu lagi ragu mengonsumsi ayam sebagai sumber protein, meski sedang menjaga kadar kolesterol.
Kolesterol tinggi tidak berarti harus mengucapkan selamat tinggal pada ayam. Dengan memilih bagian yang tepat, mengolahnya dengan cara yang sehat, serta memastikan kualitas ayam yang dikonsumsi, ayam justru bisa menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Dada ayam tanpa kulit terutama dalam bentuk fillet adalah pilihan paling aman. Ditambah dengan produk berkualitas seperti Dada Ayam Fillet Olagud, Anda tetap bisa menikmati hidangan lezat, bernutrisi, dan lebih tenang dalam menjaga kolesterol sehari-hari.

