Paha ayam dikenal lezat dan empuk, namun juga menyimpan protein, zat besi, dan nutrisi penting bagi tubuh. Artikel ini membahas manfaat paha ayam, fakta menarik yang jarang diketahui, serta alasan memilih paha ayam fillet berkualitas yang aman dan bersertifikat.
Di meja makan banyak keluarga Indonesia, paha ayam menjadi lauk favorit yang paling cepat habis. Rasanya lebih gurih, teksturnya empuk, dan mudah diolah menjadi berbagai masakan rumahan.
Menariknya, meski digemari karena rasa, paha ayam justru kerap dipandang sebelah mata dari sisi gizi. Banyak orang masih menganggapnya “kurang sehat” dibanding dada ayam. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, paha ayam menyimpan manfaat nutrisi dan fakta menarik yang jarang disadari.
Protein Paha Ayam yang Sering Diremehkan
Paha ayam merupakan sumber protein hewani berkualitas. Dalam 100 gram paha ayam tanpa kulit, terkandung sekitar 17–19 gram protein. Protein inilah yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Memang, jika dibandingkan dengan dada ayam, angka proteinnya sedikit lebih rendah. Namun keunggulan paha ayam bukan hanya soal angka, melainkan kenikmatan saat dikonsumsi. Teksturnya lebih lembut, tidak mudah kering, dan rasanya lebih “bersahabat”, sehingga cocok untuk orang dewasa aktif, anak-anak, hingga lansia.
Academy of Nutrition and Dietetics, organisasi profesional ahli gizi terbesar di Amerika Serikat, menjelaskan perbedaan mendasar warna daging ini. Mereka menyebutkan bahwa paha ayam termasuk dalam kategori dark meat (daging gelap) karena mengandung mioglobin yang lebih tinggi protein yang menyediakan oksigen ke otot ayam yang aktif digunakan untuk berjalan. Akibatnya, paha ayam menjadi sumber zat besi (iron) dan seng (zinc) yang jauh lebih unggul dibandingkan dada ayam. Zat besi sangat krusial untuk mencegah anemia dan menjaga stamina tubuh, sementara seng berperan vital dalam fungsi kekebalan tubuh
Lebih dari Sekadar Protein
Yang membuat paha ayam istimewa adalah kandungan nutrisinya yang beragam. Di dalamnya terdapat vitamin B kompleks, terutama vitamin B6 dan B12, yang membantu proses pembentukan energi dan menjaga kesehatan sistem saraf. Inilah sebabnya konsumsi paha ayam sering dikaitkan dengan tubuh yang terasa lebih bertenaga dan tidak mudah lelah.
Paha ayam juga mengandung zat besi heme, jenis zat besi yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati. Nutrisi ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan sangat dibutuhkan oleh mereka yang memiliki aktivitas tinggi atau rentan merasa lemas.
Selain itu, terdapat pula zinc dan selenium yang mendukung daya tahan tubuh, membantu proses penyembuhan, serta melindungi sel dari kerusakan. Sementara fosfor dan kalium berperan dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, dan keseimbangan cairan tubuh.
Dengan kata lain, paha ayam bukan sekadar lauk pengganjal lapar, melainkan bagian dari asupan gizi yang cukup lengkap.
Fakta Menarik Tentang Paha Ayam
Ada beberapa fakta tentang paha ayam yang jarang disadari banyak orang.
- Pertama, paha ayam lebih “tahan banting” saat dimasak. Karena berasal dari otot yang aktif, struktur seratnya mengandung lebih banyak mioglobin dan lemak alami. Inilah alasan mengapa paha ayam tetap juicy meski dimasak cukup lama. Cocok untuk Anda yang memasak untuk keluarga tanpa takut daging menjadi kering.
- Kedua, rasa gurih paha ayam bersifat alami. Lemak intramuskularnya menciptakan rasa umami tanpa perlu banyak tambahan penyedap. Dengan teknik memasak yang tepat, penggunaan garam dan bumbu berlebih bisa ditekan, sehingga hidangan tetap lezat sekaligus lebih sehat.
- Ketiga, paha ayam mengandung kolagen lebih tinggi dibanding bagian ayam lainnya. Saat dimasak perlahan, kolagen ini berubah menjadi gelatin yang tidak hanya memperkaya cita rasa masakan, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan sendi.
Tak heran jika banyak masakan tradisional Indonesia seperti opor, semur, woku, atau ayam ungkep, terasa lebih “hidup” ketika menggunakan paha ayam sebagai bahan utama.
Paha Ayam Cocok untuk Gaya Hidup Sehat?
Jawabannya: sangat bisa, asalkan diolah dengan bijak. Lemak pada paha ayam sebagian besar berada di kulit. Dengan menghilangkan kulit dan memilih metode masak yang sehat seperti dipanggang, direbus, atau ditumis ringan, paha ayam tetap menjadi pilihan bergizi tanpa asupan lemak berlebih.
Bahkan, kombinasi protein dan lemak alaminya justru membantu sebagian orang merasa kenyang lebih lama, sehingga tidak mudah tergoda untuk makan berlebihan.
Harvard Health Publishing dari Harvard Medical School memberikan perspektif yang lebih seimbang. Memang benar bahwa paha ayam mengandung lemak total yang lebih tinggi daripada dada. Namun, Harvard menekankan bahwa sebagian besar lemak tersebut adalah lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) jenis lemak yang sama yang ditemukan dalam minyak zaitun dan alpukat, yang justru bermanfaat untuk kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Kuncinya tetap pada kulit; jika kulitnya dibuang, profil lemak paha ayam masih masuk dalam kategori sehat untuk diet seimbang.
Paha Ayam Fillet Olagud: Lebih Praktis dan Lebih Tenang Dikonsumsi
Semua manfaat paha ayam tentu akan terasa optimal jika bahan yang digunakan berasal dari sumber yang terpercaya. Di sinilah Paha Ayam Fillet Olagud menjadi relevan untuk kebutuhan konsumsi harian.
Olagud menerapkan teknik pemeliharaan peternakan modern dengan tambahan pakan probiotik, sehingga ayam tumbuh sehat secara alami. Proses ini dilakukan tanpa penggunaan antibiotik, hormon pertumbuhan, maupun bahan berbahaya lainnya.
Produk Paha Ayam Fillet Olagud hadir dalam ukuran 500 gram, sudah tanpa tulang dan tanpa kulit. Artinya, lebih praktis saat dimasak dan membantu mengontrol asupan lemak tanpa menghilangkan keunggulan rasa dan tekstur paha ayam itu sendiri.
Yang membuat konsumen semakin tenang, produk ini Halal dan telah bersertifikat NKV, menandakan bahwa seluruh proses produksi hingga penanganannya memenuhi standar keamanan pangan.
Pilihan Cerdas dan Sumber Gizi Harian
Paha ayam bukan sekadar bagian ayam yang lezat, melainkan sumber nutrisi dengan karakter unik yang sering diremehkan. Dari protein, zat besi, vitamin B kompleks, hingga kolagen alami, paha ayam menawarkan manfaat yang nyata untuk tubuh dan kehidupan sehari-hari.
Ketika keunggulan alami ini dipadukan dengan kualitas produksi yang terjaga seperti pada Paha Ayam Fillet Olagud, paha ayam tidak lagi sekadar lauk, melainkan pilihan sadar untuk hidup lebih sehat, praktis, dan aman. Sebuah bahan makanan yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberi rasa tenang saat disajikan untuk orang-orang terdekat.

