Kenali 8 Tanda Kekurangan Protein

Kenali 8 Tanda Kekurangan Protein

Kenali 8 Tanda Kekurangan Protein

Tubuh sebenarnya selalu memberikan sinyal saat mengalami kekurangan nutrisi termasuk protein. Seperti kelelahan, rambut rontok, dan mudah sakit. Padahal, jika dicermati lebih dalam, bisa jadi semuanya berakar dari satu hal sederhana: asupan protein yang tidak mencukupi. Dengan mengenali delapan tanda di atas, kamu bisa lebih waspada terhadap kondisi tubuh sendiri dan mulai memperbaiki pola makan sejak dini, sebelum dampaknya menjadi lebih serius.

Protein sering disebut sebagai salah satu nutrisi paling penting bagi tubuh, tetapi sayangnya masih banyak orang yang tidak menyadari ketika asupannya kurang dari kebutuhan harian. Tidak seperti kekurangan vitamin tertentu yang gejalanya bisa langsung terlihat, kekurangan protein cenderung muncul secara perlahan dan kerap disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau masalah kesehatan lain. 

Padahal, dampaknya bisa memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari otot, kulit, hingga daya tahan tubuh. Pada kenyataannya, protein berperan besar dalam pembentukan jaringan, produksi hormon dan enzim, serta menjaga sistem imun tetap kuat. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh akan mulai “mengorbankan” jaringan yang tidak dianggap vital untuk mempertahankan fungsi utamanya.

Lalu, seperti apa sebenarnya tanda-tanda tubuh kekurangan protein? Berikut delapan sinyal yang paling sering muncul.

  1. Otot melemah dan massa otot berkurang

Salah satu tanda paling awal dari kekurangan protein adalah penurunan massa otot dan kekuatan tubuh. Protein merupakan bahan baku utama pembentuk otot. Ketika asupan protein tidak mencukupi, tubuh terpaksa memecah jaringan otot untuk memenuhi kebutuhan protein bagi fungsi penting seperti kerja jantung dan organ dalam.

Akibatnya, otot terasa lebih lemah, cepat pegal, dan aktivitas ringan pun bisa terasa lebih berat dari biasanya. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kemampuan fisik secara signifikan.

  1. Pembengkakan pada kaki dan tangan

Protein, khususnya albumin, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam pembuluh darah. Jika kadar albumin rendah akibat kekurangan protein, cairan bisa merembes ke jaringan sekitar dan menyebabkan pembengkakan atau yang disebut edema.

Biasanya, edema muncul pada bagian kaki, pergelangan, tangan, atau bahkan area perut. Kondisi ini kerap ditemukan pada kasus kekurangan protein kronis, seperti pada gangguan gizi berat yang dikenal dengan istilah kwashiorkor.

  1. Kulit menjadi kering dan rambut mudah rontok

Kulit, rambut, dan kuku tersusun dari protein struktural seperti kolagen dan keratin. Jika tubuh kekurangan asupan protein, proses regenerasi sel-sel ini akan terganggu.

Akibatnya, rambut menjadi lebih tipis, mudah patah, dan rontok berlebihan. Kulit juga bisa tampak kusam, kering, bersisik, bahkan mudah iritasi. Beberapa orang juga mulai menyadari kukunya menjadi rapuh dan mudah pecah.

  1. Luka lebih lama sembuh

Proses penyembuhan luka membutuhkan protein dalam jumlah besar untuk membentuk jaringan baru, menguatkan jaringan kulit, dan melawan infeksi. Jika protein tidak mencukupi, tubuh kesulitan melakukan regenerasi sel dengan optimal.

Akibatnya, luka kecil pun bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk menutup, mudah terinfeksi, dan meninggalkan bekas yang lebih jelas. Inilah sebabnya pasien dengan kekurangan gizi protein sering memiliki riwayat luka yang sulit sembuh.

  1. Lebih mudah sakit

Sistem kekebalan tubuh sangat bergantung pada protein. Antibodi, sel imun, dan berbagai enzim pertahanan semuanya tersusun dari asam amino yang berasal dari protein.

Ketika asupan protein rendah, produksi antibodi ikut menurun. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terkena infeksi, mulai dari flu ringan hingga infeksi yang lebih serius. Rasa sakit pun bisa datang lebih sering dan pemulihannya terasa lebih lama.

  1. Mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat

Jika kamu sering merasa lelah, lesu, dan tidak berenergi padahal aktivitas sehari-hari tidak terlalu berat, bisa jadi penyebabnya adalah kekurangan protein. Protein tidak hanya berperan sebagai pembangun jaringan, tetapi juga membantu menstabilkan kadar gula darah.

Kadar protein yang rendah bisa membuat energi cepat habis dan kadar gula darah mudah turun-naik, sehingga tubuh terasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi.

  1. Nafsu makan tidak terkendali atau justru menurun drastis

Protein memiliki efek mengenyangkan lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana. Ketika tubuh kekurangan protein, hormon pengatur rasa lapar seperti ghrelin dan leptin menjadi tidak seimbang.

Akibatnya, sebagian orang akan merasa lebih sering lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat. Namun, pada kasus yang lebih parah, justru bisa terjadi penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, dan kondisi tubuh semakin melemah.

  1. Pada anak, pertumbuhan melambat

Dampak kekurangan protein sangat terasa pada anak-anak. Protein berperan penting dalam pembentukan tulang, otot, serta perkembangan otak. Kekurangannya dapat menyebabkan pertumbuhan tinggi dan berat badan tidak sesuai usia, yang dikenal sebagai stunting.

Selain itu, kemampuan belajar dan konsentrasi anak juga dapat terganggu. Inilah sebabnya kecukupan protein menjadi salah satu fokus utama dalam program perbaikan gizi anak di berbagai negara.

Pilihan Protein Berkualitas

Setelah memahami berbagai tanda kekurangan protein, langkah berikutnya adalah memastikan tubuh mendapatkan sumber protein yang benar-benar berkualitas. Salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan adalah Ayam Kampung Super Fresh dari Olagud, yang diproduksi dengan standar peternakan modern dan pengawasan ketat sejak proses pemeliharaan hingga distribusi.

Ayam Kampung Super Fresh Olagud dipelihara menggunakan teknik modern farming dengan tambahan pakan probiotik. Dari sisi nutrisi, ayam kampung dikenal memiliki tekstur daging yang lebih padat, rendah lemak, serta mengandung kolagen alami yang baik untuk kesehatan kulit dan sendi. 

Kandungan proteinnya pun tinggi, menjadikannya pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi kamu yang berusaha mencegah berbagai tanda kekurangan protein seperti otot melemah, mudah lelah, hingga sistem imun menurun.

Dengan memilih Ayam Kampung Super Fresh dari Olagud, kamu bukan hanya mendapatkan daging yang segar, aman, dan sehat, tetapi juga memastikan tubuh memperoleh asupan protein yang benar-benar bermanfaat. Sebuah langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Bagikan artikel ini lewat:

WhatsApp
Email

Berita & Artikel Terbaru

Ayam adalah makanan sehat dan lezat yang bisa menjadi bagian
Ayam probiotik adalah ayam yang diberi pakan probiotik saat diternak.
Ayam dapat diolah menjadi apa saja. Rasanya enak dan bergizi
Olagud Logo
Olagun Calculator Protein

click to start