Protein bukan hanya untuk otot, tetapi juga fondasi sistem imun. Asupan protein yang cukup membantu membentuk antibodi, menjaga energi saat sakit, dan membuat tubuh lebih siap melawan infeksi. Pilihan protein berkualitas jadi kunci imun yang kuat.
Pernah merasa tubuh gampang capek, mudah terserang flu, atau butuh waktu lebih lama untuk pulih setelah sakit? Banyak dari kita langsung berpikir, “Sepertinya kurang vitamin.” Padahal, sering kali masalahnya bukan hanya soal vitamin, melainkan asupan protein yang kurang diperhatikan.
Protein kerap identik dengan otot atau diet. Namun dibalik itu, protein memiliki peran yang jauh lebih penting: menjaga sistem imun tetap bekerja dengan baik. Jadi, benarkah protein bisa meningkatkan imun? Jawabannya iya dan alasannya lebih masuk akal dari yang mungkin kita bayangkan.
Cleveland Clinic melalui tim ahli diet terdaftarnya mengibaratkan protein sebagai “tentara” dalam tubuh. Julia Zumpano, RD, dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kekurangan protein (malnutrisi energi-protein) adalah penyebab paling umum dari imunodefisiensi (lemahnya sistem imun) di seluruh dunia. Ia menekankan bahwa protein hewani (seperti daging tanpa lemak, telur, ikan) maupun nabati (kacang-kacangan, tahu) mengandung mikronutrien penting seperti Zinc (seng) yang bekerja sinergis dengan protein untuk menjaga integritas penghalang kulit dan sel mukosa, yang merupakan garis pertahanan pertama tubuh
Sistem Imun Tidak Bekerja Sendirian
Tubuh kita punya sistem pertahanan yang bekerja tanpa henti, bahkan saat kita tidur. Sistem imun inilah yang melawan virus, bakteri, dan berbagai ancaman lain yang tidak terlihat. Agar sistem ini kuat, tubuh butuh “bahan bangunan” yang cukup. Salah satu bahan terpentingnya adalah protein.
Tanpa protein yang memadai, sistem imun ibarat pasukan tanpa perlengkapan lengkap. Ia tetap ada, tetapi tidak bekerja maksimal. Inilah mengapa orang dengan asupan protein rendah sering kali lebih mudah jatuh sakit.
Protein adalah Bahan Dasar Pembentuk Antibodi
Saat tubuh diserang penyakit, antibodi menjadi garda terdepan. Menariknya, antibodi itu sendiri tersusun dari protein. Begitu juga dengan sel-sel kekebalan seperti sel darah putih yang bertugas mengenali dan menghancurkan kuman.
Jika protein yang masuk ke tubuh tidak cukup, produksi antibodi pun ikut menurun. Akibatnya, tubuh butuh waktu lebih lama untuk melawan infeksi. Di sinilah peran protein terasa nyata, bukan sekadar teori gizi.
Profesor Philip C. Calder, seorang pakar imunologi nutrisi dari University of Southampton, dalam risetnya yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, menegaskan peran vital asam amino. Protein yang kita makan akan dipecah menjadi asam amino, dan beberapa jenis asam amino tertentu seperti L-arginine dan L-glutamine berfungsi sebagai “bahan bakar” bagi sel-sel imun (seperti limfosit dan makrofag). Menurut Calder, saat tubuh terserang infeksi, permintaan tubuh akan asam amino ini meningkat drastis. Jika suplai dari makanan kurang, sistem imun tidak bisa berproliferasi (memperbanyak diri) dengan cepat untuk melawan penyakit.
Protein Membantu Tubuh Menyerap Zat Gizi Penting
Protein juga berperan sebagai “pengantar” bagi zat gizi lain. Mineral seperti zinc dan zat besi, yang dikenal penting untuk daya tahan tubuh, bekerja lebih efektif ketika asupan protein tercukupi.
Zinc membantu sel imun bekerja lebih responsif, sementara zat besi mendukung distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Ketika protein cukup, tubuh bisa memanfaatkan nutrisi ini dengan lebih optimal dan imun pun ikut terbantu.
Sumber Energi Saat Tubuh Sedang Berjuang
Pernah merasa sangat lemas saat sedang sakit? Itu karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk melawan infeksi. Dalam kondisi ini, protein dapat membantu menyediakan energi tambahan, terutama ketika cadangan energi utama mulai berkurang.
Tak hanya itu, protein juga membantu menjaga massa otot agar tidak mudah menyusut selama masa sakit. Jadi, meskipun tubuh sedang tidak fit, kekuatan fisik tetap terjaga dan proses pemulihan bisa berjalan lebih baik.
Tidak Semua Protein Itu Sama
Meski sama-sama disebut protein, kualitasnya bisa berbeda. Protein hewani umumnya lebih mudah diserap tubuh dan mengandung asam amino esensial yang lengkap, sehingga lebih efektif dalam mendukung sistem imun.
Bukan berarti protein nabati tidak baik. Protein nabati tetap bermanfaat, asalkan dikombinasikan dengan sumber lain. Intinya, tubuh membutuhkan protein yang cukup dan beragam, bukan sekadar banyak.
Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?
Kebutuhan protein setiap orang berbeda. Namun secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 0,8–1 gram protein per kilogram berat badan per hari. Kebutuhan ini bisa meningkat pada orang yang aktif, sedang diet sehat, atau dalam masa pemulihan.
Yang perlu diingat, makan protein berlebihan tidak otomatis membuat tubuh kebal penyakit. Sebaliknya, kekurangan protein justru jauh lebih berisiko bagi daya tahan tubuh.
Pola Makan Modern Sering Kali Kurang Protein
Tanpa disadari, pola makan sehari-hari sering kali berat di karbohidrat, tetapi minim protein. Sarapan dengan roti saja, makan siang terburu-buru, atau mengganti makanan utama dengan camilan manis bisa membuat asupan protein tidak tercukupi.
Dalam jangka panjang, tubuh menjadi lebih mudah lelah, sulit fokus, dan lebih sering terserang penyakit ringan. Di sinilah pentingnya mulai lebih sadar dengan apa yang kita konsumsi setiap hari.
Memilih Sumber Protein yang Aman dan Praktis
Memenuhi kebutuhan protein bukan hanya soal makan daging atau ayam, tetapi juga memilih sumber protein yang aman dan berkualitas. Untuk konsumsi harian, banyak orang memilih dada ayam karena tinggi protein, rendah lemak, dan mudah diolah.
Dada Ayam Fillet Olagud hadir sebagai pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dipelihara dengan teknik peternakan modern dan asupan pakan tambahan probiotik, ayam tumbuh lebih sehat dan kualitas dagingnya terjaga. Produk ini aman dikonsumsi karena bebas antibiotik, bebas formalin, dan bebas hormon pertumbuhan.
Dengan ukuran 500 gram, tanpa tulang dan tanpa kulit, Dada Ayam Fillet Olagud memudahkan siapa saja untuk menyiapkan menu sehat tanpa ribet. Cocok untuk berbagai resep dan kebutuhan, sekaligus memberi rasa tenang karena kualitasnya terkontrol.
Imun Kuat Dimulai dari Pilihan Sehari-hari
Jadi, benarkah protein dapat meningkatkan imun? Faktanya, protein adalah fondasi penting bagi sistem kekebalan tubuh. Ia membantu membangun antibodi, mendukung kerja sel imun, dan menjaga tubuh tetap kuat saat melawan penyakit.
Menjaga daya tahan tubuh tidak selalu harus dimulai dari suplemen mahal. Sering kali, jawabannya ada pada pilihan sederhana yang kita buat setiap hari termasuk memastikan protein yang masuk ke tubuh cukup, berkualitas, dan aman. Karena imun yang kuat bukan hasil instan, melainkan investasi jangka panjang yang dimulai dari meja makan.
Sources:
- PubMed / National Institutes of Health
- University of Indonesia (ScholarHub)
- ScienceDaily
- MDPI (Foods Journal)

